Ahh gilaa, berminggu-minggu tidak apdet karena kesibukan yang bejibun (alesan…alesan…). Harus bagi-bagi perhatian ke kantor, ke misoa, ke kerjaan sampingan, ke temen-temen. Jadi klo ada waktu dikiiiit aja, dipake bobok laah haha, keblug gitu lho. Apa lagi si emak datang, berlebaran di Bandung critanya.
Ini pertama kalinya emak dateng berkunjung ke Bandung (lagi) setelah daku menikah n pindah rumah. Membawa oleh-oleh yang cuma seorang ibu bisa kepikiran. Mangga, bawang merah, bawang putih, daun salam dan rempah-rempah, kecap sampai keukeuh mau bawa parutan (yang terakhir aku tolak cepet-cepet, ugh marut! mending beli di selepan hehe…) Dan pertama kali pula aku dan emak sholat idulAdha di sebuah masjid perumahan. Kesan pertama, ruamee!!
Ruame dengan anak-anak kecil. Maklumlah namanya juga perumahan baru, di perkotaan pula, biasanya isinya pasangan2 muda dengan 1-3 anak yang ga lebih dari 12 tahun. Aku duduk sebaris dengan emak dan seorang ibu muda dengan dua anak yang masih balita (emak ditengah-tengah). Dua balita itu lucu-lucu, kakaknya laki-laki, dan adiknya perempuan (giginya cuma dua hehe). Aku sih ga terlalu merhatikan mereka, malah sibuk ngeliatin kawat gigi mbak2 didepanku yang sedang menggosip, sampai emak towel-towel dan bisik-bisik, “eh, liat… liat…,” emak menunjuk ibu disebelahnya dengan sembunyi-sembunyi. Aku ngelirik, ibu muda itu sedang mengangkat tangan kanannya didepan si kakak, jari tengah, manis dan kelingking-nya mencuat, sedangkan telunjuk dan ibu jarinya mengatup pelan-pelan.
“Ngapain dia mak?”
“Ngajarin anaknya… ”
“Hah!”, aku memperhatikan lebih lama, sunyi…
Tiba-tiba si kakak tereak “ibuuu, ibuuu, itu mbek, itu MBEEK!!” dan si ibu kembali mengangkat tangannya dengan telunjuk dan ibu jari mengatup pelan-pelan, kali ini sambil berbicara tanpa suara “pelan-pelan ngomongnya”. Sabar banget itu ibu! Dan si kakak juga patuh.
emak nyeletuk “ngerti?”
“ho oh”
“hehehe… ibu itu ngajarinya lucu juga. dan bener, ngajari anak ngomong pelan-pelan ya harus ngasih contoh dengan ngomong lembut!”
halah si emak kayak yang ngomongnya lembut aja :p
Eh ladalah si kakak tereak-tereak lagi, maklumlah namanya juga anak-anaknya. Tapi kali ini ibunya sedang repot mengelap wajah adiknya yang belepotan makanan jadi sementara ngebiarin si kakak.
Dan rupanya emak menyadari banget untuk tidak melewatkan kesempatan beraksi. Dia memandang si kakak, mengangkat tangannya (ala tukang sulap),daaaan… mengatupkan telunjuk dan jempol dengan pelan (tak lupa mencuatkan jari2 yang lain).
Alamakjak!! oma-oma gila!
Cep! si kakak langsung diam!!
Emak towel2 diriku, masih tetap memandang si kakak tampak takjub “‘eeehh berhasil…berhasil…!”
buahaha… ya iyalaah jangankan si kakak yang langsung nginyem, aku aja bengong.
Sadar-sadar aku dan emak sudah cekakak cekikik kecil. Eeee si ibu menoleh. Kok ya bisa barengan aku dan emak menghapus cengiran dan menggantinya dengan senyum sopan (si emak malah basa-basi nanyain umur si kakak, halah!
). Tapi waktu ibu itu ngadep anak-anaknya lagi, kita ya cekikik lagi, semakin keras aja, jadi aku mengatupkan telunjuk dan jempol di depan idung emak, “ga mempan” adalah jawaban emak, hahaha.
ehm ehm, inti postingan ini adalah, keblug sedang sibuk… doakan semua lancar yaa…
kog gw mikirnya kayak mau nyentil ya.. apa salah gerakan tangannya..poto domg..kan hape baru..hihi
sibuk apaan?
sibuk sabtu minggu kamsudnya?
ugh! aku lg down nih…
butuh suatu penyegaran jasmani dan rohani…
@ iyra:
1. angkat tangan kayak mau high five (jari jemare terpisah satu sama laen)
2. temukan jari telunjuk dan jempol dengan perlahan
3. gimana anak2? udah ngerteee? huehehehe