bagi-bagi buku

GRATIS* Pak Beye dan Istananya

09.06.10 | 36 Comments

UPDATE: UDAH ADA PEMENANGNYA! MAKASIH ^^

Andai memiliki kesempatan bertemu pak SBY, orang awam seperti saya tentu saja mengajukan pertanyaan yang termasuk kategori awam juga.
“Pak eSBeYe, klo di rumah makannya apa?” atau
“Hari ini, Bu Ani masak engga?”

Ga usah heran kalo pertanyaan saya dua2nya berurusan dengan perut. Maklum saya itu senang makan, tapi nda bisa masak. Ga nyambung ya? hehehe ya, maaf.

Untuk pertanyaan pertama, dalam benak saya yang lugu, polos bin lucu ini, tadinya mengira, namanya kan penghuni ISTANA NEGARA, pasti makanannya ya kelas istana juga. Jangankan pas dikunyah (saking lezatnya sampai monyong2), pas nyebut namanya saja bibir ikut mencong2. Escargot, bouillabaisse de poisson atau ratatouille a la nicoise.

Dan untuk pertanyaan ke dua? Melihat sosok Bu Ani yang njawani, ndak salah tho klo saya tergelitik penasaran. Apakah Bu Ani memiliki waktu untuk sekedar ngos2an nguleg sambel?
Ya, ya saya memang katro bin udik karena mana mungkinlah Bu Ani yang sibuk mengetuai gerakan Indonesia Pintar dan serius mengenalkan kekayaan Indonesia dalam fashion show itu masih punya  waktu. Tidak mungkin lha, Jek!
Sama tidak mungkinnya pertanyaan ini sampai ke telinga pak SBY. hihihi…

Salah-salah nanti saya kena toyor PASPAMPRES karena mengganggu gerak gesitnya tugas kenegaraan, atau lebih parah lagi saya dianggap tidak memiliki empati dan hati nurani karena membebani sosok yang tengah dijadikan target teroris sejagat dengan pertanyaan ga bermutu.

Syukurlah, habis gelap (krn pemadaman bergilir) terbitlah buku mas Wisnu Nugroho. Mengusung slogan “mengabarkan yang tidak penting agar yang penting tetap penting” terungkap sudah jawaban dari apa yang selama ini membebani pikiran saya. (ah bokis deh!)
Pak beye sehari-hari makan makanan persis kayak kita-kita yang rakyat jelata ini. Pecel, rawon, sayur asem dan bakso.
Yang masak, adalah seorang perempuan bernama Bu Budi…
“Lho, kok Bu Budi, nyonya wakil presiden kerjaannya masakin Pak Beye dan keluarga?”
Oalaah bukan Bu Budi yang itu! hihihi…

Buku ini, adalah buku yg membuka wawasan saya tentang Istana Negara dan Cikeas dari sisi yang jarang diulik oleh wartawan lain. Selain mengupas Pak Beye – yg selama ini kita kenal dengan citra sempurnanya- dalam sosok manusiawi yang bisa kaget, bisa marah juga bisa bingung. Tak lupa mas Inu mengulas sepakterjang mereka yang bekerja di lingkaran dalam kepresidenan untuk melindungi citra bapak kita senantiasa tetap terjaga.

Buku ini menurut saya, wajib dibaca oleh para pemilih Pak Jendral di pemilu yang baru lalu. Juga yg tidak memilih blio.
Jangan salahkan mas Inu atau menyalahkan saya apalagi menyalahkan teman-teman saya, kalo anda ketagihan! :mrgreen:

Nah, sebagai icip2 candu. Kali ini di program bagi2 buku, keblug mau membagikan 1 (sahaja) eksemplar Pak Beye dan Istananya, GRATIS!!

Caranya… jadilah komentator yang membawa 9 dukungan.

Knp harus 9? Karena 9 adalah angka keramat Pak Beye. Tentu saja… 8-)

UPDATE: Sudah ada pemenangnya… :)

Tags:

36 Comments

have your say

Add your comment below, or trackback from your own site. Subscribe to these comments.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

:

:


«
»