Iseng

Jendela dan nyanyian bambu

11.07.06 | Comment?

Malam yang disesaki mendung, aku berbaring kesepian, melipat kedua tangan di belakang kepala memandang keluar melalui jendela dan mulai menanyakan banyak hal, mengapa Tuhan memperlakukanku seperti ini? Apa karmaku ? Dia beri mereka sepasang cincin, namun padaku Dia hanya memberi rantai sunyi.

Di seberang sana bambu tua meliuk dan bernyanyi sendu, shu…shu…shu…, ia berujar, Tuhan tidak berhak engkau adili, karena Ia tak pernah tidak menyayangi hambanya. Ia telah memberimu banyak hal, keluarga, sahabat, hidup, sehat, tawa, dan sebuah jendela.

Lekas kemari nak, julurkan lehermu, dunia sangat luas, mengeluh dan merasa sempit hanyalah ketus hati yang tak pernah bersyukur.
Ini hanya rintang yang rendah, Tuhan mengirimnya agar kau belajar, berdirilah dan kembali melangkah. Jika engkau terus berusaha… kelak Tuhan akan menghadiahimu jendela dengan cahaya benderang berwarna-warni.
Ia letakkan sedemikian rupa hingga engkau menjadi seorang yang sangat istmewa, karena Ia membangunnya kokoh, di hatimu.

Bambu tua kembali berdendang merayu, membimbingku dalam buaian.
Dan aku bermimpi tentang jendela raksasa, langit luas, juga pelangi.

have your say

Add your comment below, or trackback from your own site. Subscribe to these comments.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

:

:



»