
Review Buku
Iqra, Bacalah.
Dalam buku Membumikan Al-qur’an, seorang besar Quraish Shihab menguraikan falsafah iqra.
Iqra hakikatnya adalah ‘menghimpun’ dan hal tersebut meliputi menyampaikan, menelaah, membaca, mendalami, meneliti, mengetahui ciri-cirinya, dan sebagainya, yang kesemuanya dapat dikembalikan ke hakikat ‘menghimpun’.
Dengan kata lain, cakupan iqra tidak hanya buku, kitab, koran, majalah atau media baca lainnya namun meliputi tanda-tanda zaman, sejarah, diri sendiri maupun kejadian-kejadian alam. Yang terlihat maupun yang tak terlihat. Dari matahari, bulan, negeri-negeri maupun sebuah keran air. Ya, keran air!
Ngomong-ngomong tentang benda kecil ini, Kearah mana biasanya anda memutar sebuah keran air? Berlawanan arah jarum jam bukan.
Tapi pernahkah anda mendapati sebuah keran air yang justru harus diputar sebaliknya? Aku pernah. Dan begitu pula dengan seorang Dadang Kadarusman.
Bedanya, keblug menganggap hal itu sebagai sebuah cacat produksi yang menyedihkan atau paling banter kenyelenehan karena ingin tampil beda. Lalu melupakannya begitu saja.
Sedangkan Pak Dadang tidak berhenti disitu. Beliau ‘iqra’. Beliau membaca dan merenungi sebuah pembelajaran yg tersembunyi di balik sebuah keran air nyleneh itu. Kemudian mengikatnya dalam sebuah tulisan.
Keran air aneh itu seolah mengingtkan kita bahwa paradigma yang selama ini kita yakini benar itu belum tentu benar-benar ‘benar’. Bayangkan seandainya Anda menemukan keran air seperti itu, lalu Anda bersikeras untuk membukanya dengan memutar ke arah kiri. Sekuat apapun Anda, tidak akan bisa membuat keran itu mengalirkan air. Barangkali, hidup kita juga demikian. Bisa jadi setiap kegagalan yang kita alami itu bukan karena nasib semata melainkan karena kita terlampau keras kepala untuk melakukan segala sesuatunya sesuai keinginan kita. Padahal, bahkan keran air pun memiliki aturannya sendiri.
Selama ini saya memahaminya sebagai janji Tuhan untuk membantu kita mengubah nasib, kalau kita bersedia untuk berusaha. Namun, keran air aneh itu mengenalkan saya pada kemungkinan lain bahwa yang dimaksudkan Tuhan mungkin bukanlah sekadar bersedia melakukannya sendiri. Melainkan bersedia “mengubah diri sendiri”.
Ketika kita bersedia mengubah diri maka kita akan mampu menyesuaikan diri. Ketika kita mampu menyesuaikan diri maka kita mempunyai peluang yang lebih besar untuk berhasil. Logislah jika Tuhan menginginkan kita untuk mengubah diri sendiri. Setelah itu, Dia memperkenankan kita untuk mengubah nasib kita, menjadi lebih baik.
Keren!
Bagaimana sebuah tulisan tentang keran air bisa menyindir cara berfikir seseorang (keblug maksudnya) sekaligus menggelitik satu komitmen perubahan dalam diri seseorang. (Sekali lagi keblug. Doa’kan semoga bisa konsisten ya, hihi).
Dan tulisan se-keren ini tak cuma satu lho!
Dalam buku Melampaui Keserakahan Seekor Nyamuk, buku pertama dari trilogi natural intellegence, masih ada 49 cerita inspiratif lainnya yang ditambang dari kejadian-kejadian sepele yg sering berpapasan dengan kehidupan kita. (Yang kemungkinan besar kalau aku sendiri yg bersinggungan dgn hal tersebut, pasti luput dari perhatian)
Cerita tentang seekor kerang kritip, nyamuk, laron bahkan sebuah ban tubeless. Menghibur sekaligus menggugah.
Selayaknya buku ini bisa setenar buku Si Cacing, tapi karena covernya itu lho, suram dan gambar nyamuknya seram, jadi agak-agak gimanaaa… gitu! (masukan ajah nih, Pak!
) Untunglah buku kedua dan ketiga ilustrasinya improved.
Ohya, tambahan good news, kalau susah mendapatkan buku-buku ini di toko buku, langsung aja pesan online ke Pak Dadangnya di sini (Kan bisa minta tanda tangan sekalian hihihi…) Ada juga buku freenya lho. Belajar Sukses Kepada Alam.
Baiklah, keblug mau undur diri dulu. Waktunya membaca buku ke dua (Ketika Kuda, Semut dan Gajah Bekerja). hehehe…

[...] This post was mentioned on Twitter by keblug, keblug. keblug said: Buku Today: Melampaui Keserakahan Seekor Nyamyk http://bit.ly/9uetUE [...]
Ah sudah lama tidak mereview, ayo doong masukannya
bagus!!!!*buku-nya*
….hasil me-review??…hmm, bolehlah…M.A.N.T.A.P
*btw,ni bkn krn keblug mo ngedapetin buku gratis dr p'dadang kan??*…hehe
@heny : uhugh uhugh uhugh!! *batuk batuk 'OJ'-ora jelas*
Wah sepertinya harus baca juga nih …, nanti pinjem ya miii
Boleeee…
uhuy!
mimi – pipi – bibi
*rusuh
keblug: oh bulaaan, iya yaaa…!! :p
Menarik juga tu, Buku!
keblug: betul betul betul, cocok banget buat refrensi seorang pendidik
yap yaps.. aku dulu juga pernah memikirkannya blug, kadang yang kata orang benar tapi aku melihatnya koq salah, hmm seperti kita menjudge orang cantik apa endak, sebenarnya kita bilang cantik karena banyak provokasi dari orang lain bahwa dia cantik, hmm padahal kita semua tahu semua mahluk ciptanNya itu cantik
keblug: mulai sekarang harus mulai merubah paradigma itu sendiri ya. Bener banget, Woetz!
wah bukunya kayaknya keren tuh, cara berpikir yang tidak biasa ya..
keblug: iyah, baca deh…
wahh…. saya pernah liat tulisan2 dadang karusman di webblog pribadinya… gak kalah inspiratif lho,,, ^^
keblug: *meluncur ke TKP*
Langsung cari deh…
keblug: caiyooo!
ohya klo mau gampang beli onlen
Harganya berapaan yah?
keblug: 43.000 deh klo ga salah. bisa dicek di webnya
wah, bisa beli onlen ya sob?gimana tuh sob?
keblug: iyah bisa. eh tapi saya bukan marketingnya lho…
.
coba saja ke link yg aku selipkan di atas…
kunjungan malam utk silaturrahmi dan memabca artikel bermanfaat disini…
keblug: slamat malaaam (",)
review yg sangat bagus dan mencerahkan sob…
salam, ^_^
keblug: reviewnya biasa kok, tapi bukunya yg enggak biasa ^.^
kalimat²nya sunguh dalem bgt….*inspiratif banget*
keblug: menghibur dan menggugah ^^
kunjungan perdana dan salam kenal
whaaaa….. RAMEEEEE!!!…
@heny: lebih rame klo diselingi nyanyian… ayo hen ambil suaraaaa…. AAAA…
)
pagi… ^^
keblug: pagi juga.. ^.^
waah saya blom sempet baca tuh
review yang menarik
keblug: silahkeun dibaca… kan review doang kagak puas
met sore…. ^_^
keblug: met pagi lagi…
Review buku ini sungguh menarik. Mencoba mengangkat tema2 yang tidak umum untuk dijadikan sebuah sindiran thd apa yang tengah terjadi di tengah masyarakat sekarang ini. Pastinya orang2 akan terbawa untuk hanyut merasakan isi buku ini.
keblug: semoga… karena apa yg dari hati, akan sampai ke hati…
penasaran sama isi bukunya. judulnya sudah bikin penasaran
keblug: intip aja di bagian quote ^^
oh bukunya yang kecil itu ya?? dlu saya pernah dapat tuh di gramed. tapi sayang dpinjem temen, jadi saya blm baca.
keblug: buku kecil? sepertinya bukan deh Han, bukunya sebesar buku harry potter prizoner of azkaban…
ijin nyimak dulu gan
keblug: monggo…
ahaha..untung sudah kebeli
keblug: gimana? gimana mnurut ndaru? tak tunggu repiuwnya
menghitung hari & menunggu "sesuatu"…..
keblug: du di du di dam dam du di du di dam *siyul siyul*
'mank syiulan dah berubah bunyi giuh????
Whuaaaaa…
filosofi yang sangat keren dan mencerah kan
Emang bener juga ya blug…
Untuk bisa mengubah sesuatu…harus dimulai dari diri sendiri