Hobi

Melampaui Keserakahan Seekor Nyamuk

07.21.10 | 31 Comments

Review Buku

Iqra, Bacalah.

Dalam buku Membumikan Al-qur’an, seorang besar Quraish Shihab menguraikan falsafah iqra.

Iqra hakikatnya adalah ‘menghimpun’ dan hal tersebut meliputi menyampaikan, menelaah, membaca, mendalami, meneliti, mengetahui ciri-cirinya, dan sebagainya, yang kesemuanya dapat dikembalikan ke hakikat ‘menghimpun’.

Dengan kata lain, cakupan iqra tidak hanya buku, kitab, koran, majalah atau media baca lainnya namun meliputi tanda-tanda zaman, sejarah, diri sendiri maupun kejadian-kejadian alam. Yang terlihat maupun yang tak terlihat. Dari matahari, bulan, negeri-negeri maupun sebuah keran air. Ya, keran air!

Ngomong-ngomong tentang benda kecil ini, Kearah mana biasanya anda memutar sebuah keran air? Berlawanan arah jarum jam bukan.
Tapi pernahkah anda mendapati sebuah keran air yang justru harus diputar sebaliknya? Aku pernah. Dan begitu pula dengan seorang Dadang Kadarusman.

Bedanya, keblug menganggap hal itu sebagai sebuah cacat produksi yang menyedihkan atau paling banter kenyelenehan  karena ingin tampil beda. Lalu melupakannya begitu saja.
Sedangkan Pak Dadang tidak berhenti disitu. Beliau ‘iqra’. Beliau membaca dan merenungi sebuah pembelajaran yg tersembunyi di balik sebuah keran air nyleneh itu. Kemudian mengikatnya dalam sebuah tulisan.

Keran air aneh itu seolah mengingtkan kita bahwa paradigma yang selama ini kita yakini benar itu belum tentu benar-benar ‘benar’. Bayangkan seandainya Anda menemukan keran air seperti itu, lalu Anda bersikeras untuk membukanya dengan memutar ke arah kiri. Sekuat apapun Anda, tidak akan bisa membuat keran itu mengalirkan air. Barangkali, hidup kita juga demikian.  Bisa jadi setiap kegagalan yang kita alami itu bukan karena nasib semata melainkan karena kita terlampau keras kepala untuk melakukan segala sesuatunya sesuai keinginan kita. Padahal, bahkan keran air pun memiliki aturannya sendiri.

Selama ini saya memahaminya sebagai janji Tuhan untuk membantu kita mengubah nasib, kalau kita bersedia untuk berusaha. Namun, keran air aneh itu mengenalkan saya pada kemungkinan lain bahwa yang dimaksudkan Tuhan mungkin bukanlah sekadar bersedia melakukannya sendiri. Melainkan bersedia “mengubah diri sendiri”.

Ketika kita bersedia mengubah diri maka kita akan mampu menyesuaikan diri. Ketika kita mampu menyesuaikan diri maka kita mempunyai peluang yang lebih besar untuk berhasil. Logislah jika Tuhan menginginkan kita untuk mengubah diri sendiri. Setelah itu, Dia memperkenankan kita untuk mengubah nasib kita, menjadi lebih baik.

Keren! :)

Bagaimana sebuah tulisan tentang keran air bisa menyindir cara berfikir seseorang (keblug maksudnya) sekaligus menggelitik satu komitmen perubahan dalam diri seseorang. (Sekali lagi keblug. Doa’kan semoga bisa konsisten ya, hihi).

Dan tulisan se-keren ini tak cuma satu lho!
Dalam buku Melampaui Keserakahan Seekor Nyamuk, buku pertama dari trilogi natural intellegence, masih ada 49 cerita inspiratif lainnya yang ditambang dari kejadian-kejadian sepele yg sering berpapasan dengan kehidupan kita. (Yang kemungkinan besar kalau aku sendiri yg bersinggungan dgn hal tersebut, pasti luput dari perhatian)

Cerita tentang seekor kerang kritip, nyamuk, laron bahkan sebuah ban tubeless. Menghibur sekaligus menggugah.

Selayaknya buku ini bisa setenar buku Si Cacing, tapi karena covernya itu lho,  suram dan gambar nyamuknya seram, jadi agak-agak gimanaaa… gitu! (masukan ajah nih, Pak! :D ) Untunglah buku kedua dan ketiga ilustrasinya improved. :)

Ohya, tambahan good news, kalau susah mendapatkan buku-buku ini di toko buku, langsung aja pesan online ke Pak Dadangnya di sini (Kan bisa minta tanda tangan sekalian hihihi…) Ada juga buku freenya lho. Belajar Sukses Kepada Alam.

Baiklah, keblug mau undur diri dulu. Waktunya membaca buku ke dua (Ketika Kuda, Semut dan Gajah Bekerja). hehehe…


31 Comments

have your say

Add your comment below, or trackback from your own site. Subscribe to these comments.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

:

:


«
»