Uncategorized

Mengamalkan Pancasila

07.17.10 | 13 Comments

Sila keempat butir ke 3: Mengutamakan musyawarah dalam mengambil keputusan untuk kepentingan bersama.

Malam itu aku dan temen-temen sekosan melaksanakan rapat darurat di ruang tengah. Bukan hal yang aneh, namun baru kali ini dalam sebuah pertemuan yg tidak melibatkan IPK atau duit, aku mendekap erat dadaku yang berdebar-debar. Ide mereka itu lho. Sungguh membuatku siyok!

Kita harus mengirit!
setujuuu…
Kita harus hidup sehat!
setujuuu…
Kita akan masak sendiri.
eh!?
Bergilir. Masing-masing 3 hari.
sialan.

Sila keempat butir ke 4: Musyawarah untuk mencapai mufakat diliputi oleh SEMANGAT kekeluargaan.

“Aku menolak!! Pokok-e menolak!! NDAK SUETUJUUU!!”
Sepi.Rapat sudah bubar.

Sila keempat butir ke 10: Memberikan kepercayaan kepada wakil-wakil yang dipercayai untuk melaksanakan pemusyawaratan.

Keblug diseret ke dapur.

Sila keempat butir ke 6: Dengan i’tikad baik dan rasa tanggung jawab menerima dan melaksanakan hasil keputusan musyawarah.

Keblug bikin TELOR CEPLOK.

Sila keempat butir 9: Keputusan yang diambil harus dapat dipertanggungjawabkan secara moral kepada Tuhan Yang Maha Esa, menjunjung tinggi harkat dan martabat manusia, nilai-nilai kebenaran dan keadilan mengutamakan persatuan dan kesatuan demi kepentingan bersama.

Besoknya TELOR DADAR

Sila keempat butir ke 2: Tidak boleh memaksakan kehendak kepada orang lain.

Tapi boleh memaksakan menu.
Besoknya TELOR SAMBEL.

Teman-teman nyaris menangis…
“aku bisulan…”
“kentutku bau ga?”
“ho oh! kentutku?”
“bangke…”
“huhuhu…”

Di kamar, keblug cekakak cekikik sambil makan Tongseng dan nyeruput jus alpokat  (beli di kantin).
enyak enyak enyak… :mrgreen:

13 Comments

have your say

Add your comment below, or trackback from your own site. Subscribe to these comments.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

:

:


«
»