Aku heran, pada mereka yang pandai berpura-pura. pura-pura simpati karena aku di khianati teman sendiri (tapi di belakang, justru yg mengkhianati aku diservice dengan penuh penghormatan)
pura-pura mengalah, pura-pura nanya kabar ini itu. pokoknya di depanku tampak suci tak tercela. tapi di belakang, ngejelekjelekin jalan terus.
yang katanya suamiku ga bakal tahan lah hidup sama aku, yang katanya aku ga cerdaslah hatinya, yg antek belanda lah (karena aku kerja di perusahaan belanda) dan sebagainya dan seterusnya.
Heran kan? lebih heran lagi, coba deh kamu pikirin kejadian di atas, aku yakin kamu ga perlu pake kecerdasanmu untuk menyimpulkan bahwa mereka ga suka aku.
in return, sama ga sukanya aku dengan mereka.
tapi kenapa klo aku memilih untuk menghindar dan menjalani hidup masing-masing, aku terus saja disalahkan dan terus aja di push untuk contact contact contact, dan tak lupa nasihat basi yg aku ga butuh “orang kan ga bisa hidup tanpa orang lain”.
cape deeh!
sadar dong maksud kata2 itu. Orang memang ga bisa hidup tanpa orang lain. Aku tahu. Tahu banget.
Ga mungkinlah aku bisa hidup tanpa moo, genk rumpiez, sahabat maya, sahabat kantor, teman-teman di rumah, sahabat lama, klien, si bibi, si pak satpam ato mang gehu pedas jeletot di emperan alfamart!
tapi masak sih ga bisa melihat kalau statemen itu juga ada catatan kakinya.
Kita ga bisa hidup tanpa orang lain *
* yaitu orang-orang yang kamu cintai dan mencintai kamu!**
** or at least hubungan yang saling menguntungkan kayak burung jalak ama kebo. [ cocoknya sih aku jalak, kamu kebo ya
]
Bukan hubungan yang justru membuat siapapun yang terlibat jadi tertekan. Klo kejadiannya begini sih statemennya perlu di revisi “kita ga bisa hidup tanpa orang lain“
Tapi pada akhirnya aku stuck dan harus menyerah karena ini. Titah permaisuri.
Betapapun menyedihkan dan melelahkan.

hmmm…capek yah kl harus berada dlm situasi begitu???
memang kl dah menyangkut TITAH…gue jg gak berani ngelanggar…takut kualat…:-D….tapi gue juga akan coba minta pengertian beliau…betapa tersiksanya gue dgn "permintaan" itu…tidak menyapa si "penghianat" kan bukan berarti memendam dendam…iya toh??..sudah memaafkan..juga bukan berarti langsung BISA melupakan perbuatannya….tapi sabar aja deh keblug chynk…semua pasti ada hikmahnya…
btw …"kayak burung jalak ama kebo. [ cocoknya sih aku jalak, kamu kebo ya ]" …kl nurut gue…dah pas banget tuhhh…kyk keblug ama moo….hahahah*kaboooorr*
ya sudahlah. yang penting sabar aja. Semua ada hikmahnya kok. Kalo bisa kamu anggap aja ini permainan, dan sekarang gantian kamu yang permainkan dia hohho. Just think outside the box
@heny, moo itu sapi, hen! sapi! hihihi…
@freya: good idea. caranya?
aku jg ga bs hidup tanpamu keblug…
huek… cuih cuih
aduuh sering di cuih2 ulan sampe aku jerawatan ke mana mana dooong…